Yusep dan istrinya Mimik, pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang mie ayam ini ikut mengantar anaknya tes UTBK SNBT 2026 di IPB University, Kamis, (23/4/2026). KOMPAS.com - Memilih tak jualan dulu, sudah dipertimbangkan matang oleh Yusep Suwandi punya alasan hari itu libur.
Semangkok mie ayam yang selalu ditunggu pelangganya, pada hari itu tak lagi ia buat.
Yusep memilih pergi bersama istrinya, Mimik mengantar anaknya berjuang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Libur sehari, dua hari tak menjadi masalah baginya. Dalam benaknya anak tetap yang utama.
Yusep berasal dari Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Ia memiliki harapan besar untuk anaknya bisa meraih masa depan yang lebih besar.
Jadi dia tidak masalah tak berjualan, asal anaknya bisa ikut Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( UTBK- SNBT) di IPB University, Kampus Dramaga, Bogor pada Kamis, (23/4/2026).
Pedagang mie ayam ini mengungkapkan bahwa ia bersama istrinya telah mempersiapkan perjalanan sejak sehari sebelumnya demi memastikan anaknya dapat mengikuti UTBK tepat waktu.
Ia mengatakan bahwa mereka berangkat dari Jasinga pada siang hari dan menumpang menginap di rumah saudara agar lebih dekat dengan lokasi ujian.
Baca juga: Kisah Ortu yang Antar Anak Ikut UTBK 2026 di UB, Pilih Nginap di Mobil
“Pekerjaan saya sehari-hari sebagai pedagang mi ayam. Dari kemarin siang kami sudah berangkat naik angkot ke Desa Cibeureum, Kecamatan Dramaga untuk numpang menginap di saudara, lalu habis subuh kami langsung ngantar anak ke lokasi ujian karena dapat sesi pagi,” ujar Yusep, dilansir dari laman IPB University.
Ia juga menambahkan bahwa anak yang diantar merupakan anak ketiga yang punya cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga mereka. Yusep berharap anaknya dapat meraih hasil terbaik dan diterima di kampus impian.
Ia dan sang istri terus memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun pengorbanan waktu dan tenaga.
Sang istri, Mimik, turut menyampaikan harapannya agar perjuangan mereka menjadi penyemangat bagi anak untuk belajar lebih giat.
Mimik juga berharap anaknya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia ingin anaknya kelak dapat meraih kehidupan yang lebih baik dan membanggakan keluarga.
Baca juga: Cerita 2 Peserta UTBK 2026 Sempat Merasa Stres, Psikolog UB Beri Solusinya