Ilustrasi UTBK SNBT, siswa yang gagal lolos SNBP, BISA mendaftar UTBK SNBT 2026
KOMPAS.com - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes ( UTBK-SNBT) telah berlangsung sejak Selasa, (21/4/2026) lalu. Tak hanya menguji kemampuan akademik, peserta juga kerap dihinggapi stres mengingat besarnya tekanan yang dihadapi.
Fika, salah seorang peserta yang menjalani ujian di Universitas Brawijaya ( UB) mengaku kecemasannya tidak berakhir usai menyelesaikan UTBK. Ia bahkan mengkhawatirkan hasil ujiannya.
“Setelah menyelesaikan UTBK, saya masih merasa cemas karena memiliki harapan besar untuk lolos di program studi yang saya inginkan, namun sebagian dari diri saya juga merasa lega,” ujarnya, dikutip dari laman UB, Kamis (23/4/2026).
Peserta lain bernama Melkior Natanael mengungkapkan ia telah mempersiapkan UTBK dengan baik. Akan tetapi, ia mengaku tetap alami stres, khususnya pada hari-hari menjelang UTBK.
“Sebenarnya selama persiapan saya sudah merasa cukup optimis dan yakin pada diri sendiri. Tapi setelah melihat hasil tryout, saya menjadi gelisah karena kurang puas dengan hasilnya. Hal ini membuat saya semakin memaksa diri untuk lebih rajin belajar,” ujar pemuda asal Malang itu.
Dosen Psikologi UB Dr. Sumi Lestari menjelaskan, stres pada peserta UTBK adalah hal yang wajar. Hal ini sejalan dengan ambisi kuat mereka untuk meraih masa depan.
“UTBK dipersepsikan sebagai gerbang utama menuju perguruan tinggi impian serta menjadi parameter kesuksesan. Maka dari itu, peserta akan memberi upaya maksimal yang cenderung berpotensi menjadi sumber tekanan yang menyebabkan datangnya rasa lelah fisik maupun psikologis,” ujarnya.
Dalam ilmu psikologi, Sumi menekankan bahwa tidak semua stres berdampak buruk. Terdapat dua tipe stres yang perlu dipahami:
1. Eustress (Stres Konstruktif): Stres yang memotivasi. Kecemasan akan kegagalan justru membangun kesadaran untuk melakukan persiapan matang.
2. Distress (Stres Destruktif): Stres berlebihan yang merusak. Ini memicu stres performa, di mana individu cenderung merendahkan diri sendiri dan membandingkan diri dengan orang lain secara tidak realistis.
“Dalam konteks UTBK, perlu dihindari stres yang bersifat destruktif, karena ketakutan akan kegagalan yang terlalu berlebihan dapat merugikan diri sendiri," jelasnya.