Peserta UTBK Curhat Stres Tak Kunjung Hilang, Psikolog UB Bagikan Tips Kelolanya

Kompas.com - 24/04/2026, 18:11 WIB
Ilustrasi UTBK SNBT, siswa yang gagal lolos SNBP, BISA mendaftar UTBK SNBT 2026 Dok. Universitas Brawijaya Ilustrasi UTBK SNBT, siswa yang gagal lolos SNBP, BISA mendaftar UTBK SNBT 2026

Ia menambahkan bahwa kondisi ini sering membuat orang memforsir belajar hingga lupa makan dan istirahat.

Sumi juga menyoroti kebiasaan overthinking sebagai ciri stres destruktif. Kuncinya adalah percaya pada kemampuan diri melalui persiapan yang baik. Jika persiapan matang, seseorang akan lebih siap mengevaluasi kekurangan tanpa harus menghakimi diri sendiri.

Baca juga: Cerita 2 Peserta UTBK 2026 Sempat Merasa Stres, Psikolog UB Beri Solusinya

Ia menyarankan agar peserta menetapkan standar harapan yang sesuai dengan kemampuan asli untuk menghindari self-criticism.

Strategi Kelola Kesehatan Mental Jelang UTBK

Untuk menjaga kondisi psikologis tetap stabil, Perempuan yang juga Wakil Dekan FISIP UB ini membagikan tiga strategi utama:

1. Strategi Kognitif (Mengelola Pikiran)

Strategi ini membantu individu berpikir rasional dan meninggalkan pikiran negatif.

“Stres sering dipicu oleh faktor pikiran. Strategi kognitif membantu individu untuk berpikir secara lebih rasional dan meninggalkan pikiran-pikiran negatif yang belum tentu terjadi. Berpikirlah positif agar perilaku yang tampak pun positif,” tuturnya.

2. Strategi Regulasi Emosi (Mengontrol Perasaan)

Ketenangan adalah kunci agar memori otak bekerja maksimal. Dengan emosi yang terkontrol, peserta dapat memanggil kembali informasi yang telah dipelajari saat ujian berlangsung.

3. Strategi Perilaku (Manajemen Waktu)

Manajemen waktu belajar yang tepat sangat krusial. Sumi menyarankan agar persiapan dilakukan jauh-jauh hari, bukan dengan sistem kebut semalam.

“Terlalu memaksakan diri itu tidak baik bagi diri sendiri, karena nantinya informasi-informasi akan masuk ke memori jangka pendek, bukannya jangka panjang," tambahnya.

UTBK Bukan Satu-satunya Penentu Masa Depan

Menutup penjelasannya, Sumi mengingatkan bahwa hasil UTBK hanyalah bagian dari perjalanan panjang. Keberhasilan sejati diukur dari bagaimana seseorang bangkit dan terus berusaha.

“Tetaplah optimis dan percaya bahwa usaha yang dilakukan tidak akan sia-sia. Jika hasilnya sesuai dengan harapan, jadikanlah sebagai awal untuk melangkah lebih jauh. Namun, jika belum sesuai, bukan berarti segalanya telah berakhir. Teruslah melangkah, karena masa depan akan selalu terbuka bagi kita yang tidak pernah menyerah,” pungkasnya.

Baca juga: Cerita Yusep, Pedagang Mie Ayam Semangat Antar Anak Tes UTBK di IPB

Page:
Close Ads X