Ilustrasi mahasiswa Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP).
Untuk menjawab kebutuhan mahasiswa dari berbagai daerah, UGM menyiapkan sistem pendukung yang cukup lengkap.
Salah satunya melalui penyediaan hunian di UGM Residence dengan kapasitas lebih dari 1.500 mahasiswa.
Baca juga: Konflik Timur Tengah Picu Harga Plastik Naik, Ekonom UGM Dorong Keberpihakan Pemerintah
Gandes menjelaskan fasilitas ini dilengkapi ruang belajar, kantin, serta sistem keamanan selama 24 jam.
Selain itu, berbagai program beasiswa juga tersedia, termasuk KIP Kuliah dan skema afirmasi bagi daerah 3T.
“Kami ingin mahasiswa bisa fokus belajar tanpa terlalu terbebani oleh hal-hal di luar akademik,” ia berkata.
Upaya tersebut dilengkapi dengan program yang mendukung proses adaptasi mahasiswa baru. Kegiatan orientasi PIONIR dirancang untuk membantu mahasiswa mengenal lingkungan kampus sekaligus membangun jejaring pertemanan.
Asrama mahasiswa juga menjadi ruang interaksi lintas budaya yang memperkaya pengalaman belajar. Mahasiswa didorong untuk tetap membawa identitasnya sekaligus terbuka terhadap perbedaan.
Di sisi lain, UGM juga terus menyesuaikan diri dengan dinamika minat calon mahasiswa terhadap bidang ilmu tertentu. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tren penurunan minat pada matematika murni.
Kondisi ini direspons melalui pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual dan aplikatif. Matematika diintegrasikan ke dalam bidang seperti data science, kecerdasan buatan (AI), dan aktuaria.
Baca juga: 4 Prodi FIB UGM Masuk 150-200 Terbaik Dunia
Pendekatan lintas disiplin ini menjadi bagian dari strategi UGM dalam menjaga relevansi pendidikan tinggi.
Mahasiswa didorong untuk memahami keterkaitan antarbidang ilmu dalam menjawab tantangan zaman.
Proses pembelajaran tidak lagi berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dalam konteks yang lebih luas. Hal ini sekaligus memperkuat peran UGM sebagai institusi pendidikan yang adaptif dan responsif.
“Kami ingin apa yang dipelajari di kampus benar-benar terasa manfaatnya ketika mereka terjun ke masyarakat,” pungkas Gandes.