Mendikti: Tak Ada Toleransi bagi Mahasiswa yang Lolos PTN Pakai Joki UTBK

Kompas.com - 26/05/2026, 14:41 WIB
Mendiktisaintek Brian Yuliarto diwawancarai usai konferensi pers hasil UTBK-SNBT tahun 2026 di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026). KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUSMendiktisaintek Brian Yuliarto diwawancarai usai konferensi pers hasil UTBK-SNBT tahun 2026 di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Mendikti saintek) Brian Yuliarto menanggapi isu mahasiswa aktif yang berhasil diterima kuliah dengan menggunakan jasa joki.

Dugaan ini terungkap setelah 14 tersangka sindikat joki ditangkap Polrestabes Surabaya pada awal Mei lalu.

Mendikti saintek mengatakan akan melakukan identifikasi lebih lanjut terkait dugaan tersebut dan menegaskan tidak ada toleransi.

"Nanti itu akan diidentifikasi lebih lanjut, tapi tentu kita tidak mentolerir berbagai kecurangan, karena kan apalagi ini proses SNBT, proses seleksi nasional," ujar Mendiktisaintek, ditemui usai konferensi pers di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Jurusan Terketat UPN Jogja di UTBK SNBT 2026, Cek Juga Jadwal Jalur Mandiri

Tidak akan mentolerir sekecil apapun bentuk kecurangan

Ia menyoroti peserta ujian yang tidak lulus dan yang lulus dengan cara yang tidak benar.

"Itu tentu secara fundamental pengembangan pendidikan, pembangunan karakter kebangsaan, ini sangat tidak sesuai. Jadi kita tidak akan mentolerir sekecil apapun bentuk kecurangan yang dilakukan untuk bisa lulus," ucap Mendikti saintek.

Ilustrasi peserta UTBK SNBT 2026.Dok. Humas UNAIR Ilustrasi peserta UTBK SNBT 2026.

Harus hati-hati sebelum beri sanksi DO

Sementara itu Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok berpendapat tidak menutup kemungkinan bahwa mahasiswa-mahasiswa yang masih aktif statusnya di perkuliahan akan di drop out (DO) tetapi harus hati-hati mengambil keputusan tersebut.

"Kita harus memastikan dokumennya, kejadiannya, buktinya itu benar-benar. Dan kalau memang benar-benar curang, kita akan bicarakan dengan masing-masing pimpinan perguruan tinggi," kata Eduart.

"Karena kewenangannya ada di perguruan tinggi, dan kita akan memutuskannya di dalam MRPTNI (Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia)," lanjut Eduart.

Unsur kehati-hatian ini perlu dikedepankan supaya tidak terjadi kesalahan pengambilan keputusan.

Page:
Close Ads X