Jelang UTBK SNBT 2026, Guru Besar Unair Bagikan Tips Jaga Mental

Kompas.com - 10/04/2026, 14:00 WIB
Ilustrasi UTBK SNBT, siswa yang gagal lolos SNBP, BISA mendaftar UTBK SNBT 2026 Dok. Universitas Brawijaya Ilustrasi UTBK SNBT, siswa yang gagal lolos SNBP, BISA mendaftar UTBK SNBT 2026


KOMPAS.com – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 sudah di depan mata. Berdasarkan jadwal, ujian akan berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026 mendatang.

Menjelang hari pelaksanaan, para siswa tidak hanya dituntut siap secara akademik, tetapi juga mental.

Pakar Psikologi Universitas Airlangga ( Unair), Prof. Dewi Retno Suminar menekankan bahwa persiapan mental yang matang adalah kunci kesuksesan selain belajar materi.

Menurutnya, indikator utama kesiapan psikologis seorang siswa dapat dilihat dari ketenangan dan self-efficacy atau keyakinan diri yang dimiliki.

“Saya belum belajar A dan B, atau aduh yang itu belum saya hafal dan sebagainya. Pikiran-pikiran tersebut menjadi tolok ukur ketidaksiapan mental dalam menghadapi ujian,” paparnya dikutip dari laman Unair, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Cek Jurusan Unair dengan Kuota Terbanyak di Jalur UTBK SNBT 2026

Tips jaga mental jelang UTBK SNBT 2026

Agar tidak terjebak dalam overthinking, pakar psikolog Unair tersebut membagikan sejumlah strategi menghadapi UTBK.

1. Gunakan teknik Self-Talking

Salah satu cara meredam kecemasan adalah dengan memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri atau self talking.

Teknik ini membantu siswa lebih percaya pada kemampuannya. Dengan demikian, siswa akan menjadi lebih yakin ketika ia percaya dengan kemampuannya.

“Contoh: 'Saya siswa A sudah menyelesaikan materi ini, sekarang tugasnya hanya recall apa yang sudah saya pelajari'. Hal itu dapat membantu memberikan sugesti pada diri bahwa ia sudah siap,” ungkapnya.

2. Dukungan positif dari orangtua

Lingkungan sekitar, terutama orangtua, memegang peran besar dalam stabilitas emosi siswa. Dewi menyarankan agar orangtua menghindari kalimat yang justru mengingatkan anak pada kelemahannya.

Page:
Close Ads X