Kartini Berutu (44) saat diwawancarai di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) USU pada Selasa (21/4/2026)."Kemarin dia coba ke Unpad, ambil dokter hewan, cuma gagal," ucapnya.
Baca juga: Cegah Aplikasi Ilegal, Untidar Gunakan Sistem Booting Flashdisk di UTBK 2026
Namun, Yessiana tak menyerah.
Ia melanjutkan perjuangannya dengan mengikuti tes SNBT, memilih jurusan Kedokteran Gigi dan Keperawatan di USU.
Yessiana tak ingin kalah dalam kesempatan ini.
Ia mempersiapkan diri dengan mengikuti bimbel selama setahun di kampungnya, seharga Rp 6 jutaan.
Kartini mengungkapkan, pilihan Yessiana menjadi dokter sempat membuatnya cemas, mengingat biaya yang dikeluarkan akan cukup besar jika lolos.
Kartini takut pendapatannya sebagai petani kopi dan suaminya guru berstatus PPPK tak mampu mencukupi kebutuhan Yessiana menjadi dokter.
"Itulah sempat berdebat kami," ucap Kartini.
Akan tetapi, tekad kuat Yessiana menggapai mimpi perlahan membuat Kartini melunak.
Kini, dia hanya bisa berdoa agar anaknya lulus.
"Ya mau gimana pun itu mimpinya. Apa pun nanti tantangannya, kalau lulus, ya harus dihadapi. Mana tahu juga dapat beasiswa dari Pemda," tuturnya.