panitia UTBK Institute Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung tega menjelaskan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Test (UTBK-SNBT) 2026.Setelah mengelompokkan, pihak kampus menyediakan ruangan khusus dan fasilitas tertentu yang bisa memfasilitasi peserta disabilitas.
Indra menyebut bahwa kenyamanan dan ketertiban peserta menjadi prioritas, sehingga mereka dapat mengerjakan ujian dengan baik.
"Ada ruangan khusus ya, ada yang hanya untuk menangani dua orang dengan tipe dari disabilitas tertentu, ada yang hanya untuk satu orang dan ada untuk yang sisanya," ucapnya.
Baca juga: Semangat Rahma Ikuti UTBK, Penyandang Cerebral Palsy yang Bidik Sosiologi Unpad
Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT Redhiana Langen Tresna mengatakan bahwa ada 20 peserta disabilitas yang melaksanakan ujian di Kampus ISBI.
Sebanyak tiga di antaraya menggunakan kursi roda. Salah satunya merupakan tunadaksa yang memiliki kebutuhan khusus mengerjakan ujian dengan pendampingan saat ujian berlangsung.
"Salah satu permintaan peserta tersebut, dia bisa melaksanakan ujian kalau di bacakan soalnya," ucapnya.
ISBI juga menyiapkan ruanga khusus bagi peserta menggunakan kursi roda tersebut, dan ruangan khusus yang terpisah bagi peserta disabilitas yang membutuhkan pendamping untuk membacakan soalnya.
"Untuk ruangan masuk, kami siapkan ruangan khusus ujian kursi roda dan ujian untuk peserta yang menggunakan kaki," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator TIK Ikhsan Pratama Haskara Maulana mengatakan bahwa tahun ini ada penggunaan sistem berbeda, yakni UTBK OS.
"Tahun ini tim pelaksanan di nahkodai Unpad membuat suatu sistem yang disebut UTBK OS sehingga awal tahap, Januari kita survei untuk perangkat dimiliki ISBI Bandung, apakah kompatibel atau tidak untuk UTBK OS," ucapnya.
Baca juga: Tiga Jam Penentu Mimpi, Kisah Peserta UTBK di UPI Bandung yang Pernah Gagal dan Mencoba Kembali
Ia menyebut, sistem ini memiliki banyak keuntungan karena tak dapat ditembus oleh aplikasi-aplikasi yang digunakan untuk mengganggu ujian.
"Kalau tahun lalu masih ada kejadian memang terjadi seperti adanya penggunaan aplikasi remote. Tahun ini tak bisa dilakukan, aplikasi tahun ini tak dapat menerima input di luar sistem OS itu," kata dia.
"Kemudian selain UTB OS ini dari sisi sistem pendaftaran pun terjadi perbedaan yang sangat signifikan sehingga akan mencegah kejadian yang merugikan peserta," ujar dia.