Suasana peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).“Saya rasa kita harus mencegah joki terjadi, agar berlangsung secara fair dan kita memiliki kesempatan paling yang sama pada semua peserta,” ucapnya.
Ia menerangkan, pelaksanaan UTBK SNBT tahun ini berlangsung mulai 22-29 April 2026 di 48 titik tempat ujian yang telah disediakan.
Baca juga: UPN Veteran Jatim Tangkap Terduga Joki UTBK 2026, Modus Datang Terlambat
Dengan sebanyak 12.586 peserta yang mendaftar dan diperkirakan ada 1.022 peserta per harinya.
“Kalau hari ini ada 38 peserta yang tidak hadir dari 1.022 peserta yang mendaftar,” sebutnya.
Dengan adanya penambahan dua server dibandingkan tahun sebelumnya untuk menunjang kelancaran dalam proses update jawaban peserta.
“Kemudian nanti proses update jawaban dari Pusat juga bisa berlangsung dengan lancar. Tadi kita semua sudah melihat, semua berjalan alhamdulillah masih berjalan, semoga saja berjalan dengan baik sampai selesai proses itu di 48 lokasi yang saat ini disiapkan,” jelasnya.
Sebelumnya, ITS juga telah dilakukan trial and error beberapa kali terkait server dan jaringan internet untuk pelaksanaan UTBK.
“Hari ini ada hanya sekitar 6.000 yang siswa ataupun yang mengakses internet, biasanya setiap hari 11.000, karena kebetulan di lokasi-lokasi di mana UTBK dilaksanakan, maka kampus diliburkan, kuliahnya online,” ujarnya.
Baca juga: Heni Siti, Lebih Tegang Dibanding Anaknya yang Ikut UTBK-SNBT 2026
“Sehingga harapannya dengan online ya mengurangi jumlah orang yang masuk ke jaringan, dan kita memang sudah pastikan jaringan itu insyaallah aman,” tambahnya.
Meski saat ini juga tengah dilakukan beberapa pembangunan, pihaknya juga memastikan tidak akan sampai mengganggu pelaksanaan ujian.
“Kita juga pastikan tidak ada proses pekerjaan yang harus menggali tanah atau apa sehingga jangan sampai nanti tiba-tiba ada kabel yang tergali atau apa dan sebagainya,” terangnya.
Untuk ke depannya, ia menerangkan akan lebih meningkatkan layanan untuk para peserta yang hadir.
Misalnya dengan membuka jam kantin lebih awal untuk disediakan kepada para peserta yang belum sempat sarapan.
“Nah, kami tadi menyampaikan ke teman-teman apakah kantin bisa buka lebih awal sehingga yang datang pagi, mereka bisa sarapan dulu di kantin atau ada yang jual nasi bungkus,” tutupnya.