Gedung rektorat Universitas Negeri Malang pada April 2026. Meski begitu, pihak kampus menegaskan bahwa proses investigasi masih berlangsung dan belum dapat dipublikasikan secara terbuka.
Direktur Pendidikan UM, Evi Elinayah, menjelaskan bahwa dugaan tersebut terungkap setelah panitia menemukan ketidaksesuaian data peserta.
Namun, saat indikasi awal muncul, sosok yang diduga sebagai joki sudah tidak berada di lokasi ujian.
Baca juga: IDI Soroti Bahaya Joki UTBK yang Incar FK: Loloskan Orang Tidak Kompeten
“Kami memang mengetahui agak terlambat, ketika yang diduga joki ini sudah tidak ada di tempat. Tapi bukan berarti kami diam. Kami langsung menindaklanjuti dengan mencocokkan data dari panitia pusat dengan album peserta,” ujar Prof Evi, Kamis (23/4/2026).
Dari proses tersebut, tim kemudian mengerucutkan identitas pada beberapa nama yang memiliki kemiripan data dan wajah.
Penelusuran dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber, termasuk media sosial.
“Kami mencari nama tersebut di berbagai sumber, termasuk media sosial. Dari situ kami bisa melihat wajah yang bersangkutan, bahkan dari unggahan sekolah seperti video MPLS atau wisuda. Itu sangat membantu proses investigasi kami,” jelasnya.
Meski telah mengantongi identitas yang mengarah pada pihak tertentu, UM belum dapat mengungkapkan identitas tersebut ke publik.
Baca juga: Alasan Joki UTBK Beraksi, Unesa: Katanya dari Keluarga Miskin, tapi Baju-Kacamata Bermerek
Hal ini karena proses investigasi masih berada dalam kewenangan panitia pusat SNPMB.
“Kami sudah mengerucut pada satu nama tertentu dan juga sudah mendapatkan klarifikasi dari berbagai pihak yang mengenal sosok ini. Namun, kami belum bisa menyampaikan ke media karena masih tahap investigasi,” tegas Evi.