Ilustrasi peserta UTBK SNBT 2026.Penilaian UTBK SNBT 2026 murni berdasarkan skor.
Ketua tim penanggung jawab SNPMB, Prof Eduart Wolok menjelaskan, sudah tak ada lagi sistem passing grade atau ambang batas bawah nilai.
Baca juga: Jakarta Mati Lampu, UNJ Jelaskan soal Pelaksanaan UTBK 2026 yang Tersendat
Sehingga peserta akan dirangking dan diambil 30 persen teratas dari masing-masing prodi.
"Jadi apakah tahun ini dan tahun kemarin, atau tahun depan, nilai peserta stabil dan sebagainya, kami tidak bisa pastikan. Karena itu tergantung dengan kemampuan dari yang mengambil prodi tersebut," tutur Eduart dalam Konferensi Pers Pengumuman UTBK 2025, dilansir dari Youtube SNPMB, Kamis (23/4/2026).
Mengapa tak ada passing grade? Karena untuk mengurangi beban calon mahasiswa. Dengan begitu peserta bisa fokus meraih nilai setinggi-tingginya di program studi yang dipilih dan tidak bersaing dengan peserta dari lintas program studi.
Seperti contoh pada tahun 2025, nilai tertinggi jenjang sarjana mencapai 819,85 dan nilai minimum 200,00 dengan rata-rata nilai 545,78.
Baca juga: 8.000 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikut Ujian di Itera, Tersedia Makanan Gratis
Jadi nilai UTBK 500 pun bisa saja lolos tergantung prodi pilihan. Jika prodimu ketat dan daya tampungnya besar, cobalah berusaha sampai nilaimu tinggi.
Lalu nilai tertinggi untuk jenjang D4 mencapai 774,38 dan terendah 284,16 dengan rata-rata 541,47.
Nilai tertinggi jenjang D3, nilai tertinggi mencapai 731,21 dan terendah 293,92 dengan rata-rata nilai peserta 529,39.
Berdasarkan data terakhir, nilai UTBK memiliki angka fluktuatif. Ini datanya: