Pemerintah Didesak Cegah Kecurangan pada UTBK 2026

Kompas.com - 23/04/2026, 18:16 WIB
Suasana para peserta yang melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). KOMPAS.com/AZWA SAFRINASuasana para peserta yang melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

"Melihat modus kecurangan yang semakin berkembang, maka diperlukan adaptasi sistem dan teknologi pengawasan. Apalagi, di tengah kemajuan zaman sekarang, banyak sarana yang memungkinkan kecurangan dapat dilakukan,” kata Puan.

Baca juga: KPK Soroti Ujian UTBK Pasang Kamera di Behel: Ini Namanya Koruptif

Modus Kecurangan UTBK 2026

Pada hari pertama penyelenggaraan UTBK 2026 (Ujian Tulis Berbasis Komputer), Selasa (21/4) sesi pertama, sudah ditemukan upaya kecurangan yang dilakukan peserta.

Panitia SNPMB mengungkapkannya lewat konferensi pers yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Kemendikti saintek.

"Pada pagi hari ini sampai dengan pukul 09.00 WIB kita telah mendapatkan informasi berbagai macam kecurangan yang coba dilakukan peserta UTBK di beberapa Pusat UTBK," ucap Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok di Media Center Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Baca juga: UTBK SNBT 2025 Diwarnai Kecurangan, Kemendikti Saintek Sebut Ada Sindikat

"Yang pertama kita dapatkan kecurangan di Pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Kecurangannya berupa indikasi ingin menggunakan alat bantu. Jadi alat bantu ini disembunyikan di pakaian dan sebagainya dan alhamdulillah bisa kita deteksi," sambung Eduart.

Masih di Unsulbar, ditemukan juga siasat menggunakan joki sebagai peserta ujian.

"Ditemukan upaya perjokian dengan mengganti peserta. Jadi sengaja dia, orang yang sama mengikuti UTBK 2025, itu ikut lagi di 2026 dengan nama yang berbeda untuk nama pesertanya. Jadi orangnya sama ikut ujian 2025 dan 2026 untuk dua nama. Jadi udah pasti merupakan joki yang mengganti," ungkap Eduart.

Baca juga: Dirjen HAM Soroti Peserta Tunarungu UTBK Diminta Copot Alat Bantu Dengar: Tak Hormati Penyandang Disabilitas

Ia berujar trik joki ini bisa diketahui dari bukti tahun lalu yang dikembangkan dalam penyelidikan. Lagi-lagi, ada dua perempuan yang data pesertanya ditunjukkan panitia.

Selain itu, kecurangan juga ditemukan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Airlangga (Unair), dan UPN Veteran Jawa Timur.

Page:
Close Ads X