Puan Maharani Soroti Meningkatnya Tekanan Sosial di Balik Kecurangan UTBK 2026

Kompas.com - 23/04/2026, 20:39 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. Dok. dpr.go.id/velKetua DPR RI Puan Maharani.
Penulis Tsabita Naja
|

KOMPAS.com - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 yang dimulai sejak Selasa (21/4/2026) kembali diwarnai berbagai temuan kecurangan di berbagai daerah.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menilai, fenomena berulang itu bukan sekadar persoalan teknis pengawasan, melainkan cerminan dari meningkatnya tekanan sosial terhadap hasil akhir pendidikan di Indonesia.

Adapun kecurangan yang ditemukan meliputi maraknya joki pengganti dengan modus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan ijazah palsu, penggunaan alat dengar di telinga untuk komunikasi, serta pura-pura terlambat agar panitia lengah.

Untuk modus joki, panitia menemukan data anomali sebanyak 2.640 peserta melakukan kecurangan. Panitia juga mengendus adanya sindikat joki yang akan diancam sanksi pidana.

Baca juga: Modus Joki UTBK 2026 di UM Terungkap, Pelaku Pakai KTP dan Ijazah Palsu

"Pola berulang dengan teknik yang semakin kompleks menunjukkan bahwa tekanan kompetisi pendidikan hari ini telah berkembang dalam bentuk yang menuntut perhatian lebih serius," ujar Puan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, maraknya upaya manipulatif dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut membuktikan bahwa tantangan pendidikan nasional saat ini berkaitan erat dengan cara masyarakat memandang sebuah pencapaian.

“Di sinilah penting bagi negara untuk membaca bahwa kecurangan bukan persoalan teknis pengawasan ujian saja. Namun, berkaitan pula dengan cara ekosistem pendidikan membentuk persepsi tentang nilai usaha, kegagalan, dan kompetisi,” jelas Puan.

Baca juga: Modus Kecurangan UTBK SNBT 2026: Manipulasi Foto Pakai AI

Meluruskan cara pandang generasi muda

Puan menyampaikan, sebagian besar alasan kecurangan berkaitan dengan cara pandang generasi muda terhadap keberhasilan, persaingan, dan makna kejujuran dalam memperoleh kesempatan.

Di tengah tingginya persaingan untuk masuk PTN, peserta UTBK dapat dengan mudahnya terdorong untuk menghalalkan segala cara demi mencapai keberhasilan.

Untuk diketahui, UTBK 2026 diikuti oleh 871.496 peserta yang memperebutkan sekitar 260.000 kursi di sejumlah PTN akademik dan vokasi serta jenjang diploma dan sarjana.

Page:
Baca tentang
Close Ads X