Sejumlah peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026). Sebanyak 23.933 peserta tercatat mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNDIP yang digelar pada 21-29 April 2026. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarDEPOK, KOMPAS.com - Seleksi masuk perguruan tinggi negeri Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) kerap memberikan tekanan perasaan alias stres bagi para peserta seleksi. Untuk diketahui, ujian ini berlangsung secara serentak pada 21-30 April 2026.
Menyadari tingginya tekanan tersebut, banyak orangtua kini mulai mengubah pola asuh dengan menurunkan ekspektasi demi menjaga kesehatan mental buah hatinya.
Pergeseran cara pandang ini terlihat jelas dari deretan pendamping yang hadir langsung menemani anak mereka di berbagai pusat ujian, dua di antaranya adalah Universitas Indonesia (UI) di Kota Depok dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) di Jakarta Selatan.
Beberapa orangtua yang diwawancarai Kompas.com sepakat bahwa menuntut nilai sempurna tidak lagi relevan, melainkan menanamkan daya juang selama masa persiapanlah yang paling esensial.
“Ibu tidak melihat nilai yang diraih, ibu cuma mau anak berusaha dan menikmati prosesnya," ujar Endah (41) saat ditemui di kampus UI, Kota Depok, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Cara Orangtua Bantu Anak Kelola Stres Usai UTBK 2026
Endah sengaja menanamkan nilai-nilai keikhlasan kepada anaknya, Zahra, yang tengah menyasar jurusan Psikologi UI dan Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad).
Ia menasihati sang anak untuk berserah diri pada Tuhan ketimbang meratapi hasil akhir yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak pribadinya.
“Segala sesuatu yang kita inginkan itu belum tentu sesuai kehendak Tuhan. Hasil itu biar nanti menjadi urusan yang di Atas, yang penting kamu berusaha,” tutur Endah.
Dukungan penuh untuk berfokus pada proses juga diberikan Endah dengan memfasilitasi bimbingan belajar selama sepuluh bulan terakhir.
Baca juga: Menunggui Anak di UTBK 2026 Jadi Bentuk Dukungan Mental Orangtua
Yudin (50) dengan anaknya, Adelita, yang bakal mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Kamis (23/4/2026).Ia menegaskan tidak akan menuntut kelulusan sebagai balasan atas biaya yang telah dikeluarkan untuk pendidikan tambahan tersebut.