Uti (45) sedang menunggu anaknya, Nadif, mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) di Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).Lebih dari sekadar mencegah depresi sementara, menghargai proses belajar juga dinilai ampuh untuk membentuk ketangguhan mental anak di masa depan.
Uti (45) mempraktikkan prinsip pengasuhan tersebut kepada anak laki-lakinya, Nadif, yang berambisi masuk jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip), UPNVJ, dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).
“Karena proses itu akan lebih tahan lama. Anak itu nanti akan bisa menurunkannya ke anak cucunya di masa depan,” ucap Uti.
Ibu tiga anak ini meyakini bahwa membiasakan anak untuk merayakan setiap tetes keringat perjuangannya akan melahirkan generasi yang jauh lebih tahan banting.
Uti menganalogikan rentetan kegagalan hidup yang dirasakan anak layaknya berlatih mengerjakan soal-soal paling rumit, agar kelak mereka terbiasa menyelesaikan rintangan dengan kepala dingin.
“Lebih baik pernah mencoba daripada tidak pernah mencoba sama sekali. Hasilnya apa pun, ya sudah diserahkan saja karena semua pasti ada pelajarannya,” pungkas Uti.
Baca juga: 363.326 Anak di Indonesia Mengalami Gejala Depresi, Psikolog: Butuh Ruang Aman untuk Curhat