Para orangtua yang antar anak mengikuti UTBK SNBT di UB.
KOMPAS.com - Berkendara sejauh 211 kilometer tak terasa melelahkan bagi Rasinah. Sejauh itu, ia duduk dengan tenang selama kurang lebih 3 jam.
Dalam tenangnya, ia berdoa agar cucu pertamanya bernama Khoirus bisa lancar ujiannya.
Rasinah, petani asal Bojonegoro ini ikut mengantar Khoirus ke Pusat UTBK di Universitas Brawijaya ( UB).
Khoirus mendapat jadwal pada minggu ini.
Rasinah tak hanya berdua saja dengan Khoirus. Dia memboyong keluarga besarnya demi mendukung cucunya.
Perjalanan jauh, tentu butuh istirahat. Tapi Rasinah memilih menginap di mobil.
Baca juga: Apakah Nilai UTBK 500 Bisa Lolos Masuk PTN 2026?
”Kami menginap dan istirahat di mobil saja. Tidak apa-apa, yang penting bisa mendampingi,” ujar Rasinah dilansir dari laman UB, pada Kamis, (23/4/2026).
Baginya, fleksibilitas waktu sebagai petani adalah berkah yang memungkinkannya menyaksikan momen bersejarah dalam hidup cucunya.
Selain Rasinah, ada kisah lain tulusnya orangtua mendukung anaknya di Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Orangtua antar anak ikut UTBK SNBT di UB tahun 2026.Zamzam, seorang Ayah asal Kediri ini menempuh perjalanan panjang dengan sepeda motor demi mengantar putranya, Sultan.