Sindikat Joki UTBK Dibongkar: Beroperasi Sejak 2017, 114 Peserta Lolos ke Kampus

Kompas.com - 07/05/2026, 20:31 WIB
Polrestabes Surabaya saat menunjukkan barang bukti kasus joki UTBK dalam konferensi pers, Kamis (7/5/2026). KOMPAS.com/AZWA SAFRINAPolrestabes Surabaya saat menunjukkan barang bukti kasus joki UTBK dalam konferensi pers, Kamis (7/5/2026).
Penulis Azwa Safrina
|

SURABAYA, KOMPAS.com — Polrestabes Surabaya mengungkap jaringan sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( SNBT) yang diduga  beroperasi sejak 2017.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, sindikat tersebut memiliki beberapa klaster atau tingkatan dalam menjalankan aksinya.

“Klaster penerima order (broker) terdapat sebanyak lima orang dan tiga di antaranya adalah dokter,” kata Luthfie dalam konferensi pers, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Polrestabes Surabaya Ungkap Jaringan Joki UTBK, 14 Pelaku Ditangkap

Sindikat Dibagi 4 Klaster

Luthfie menjelaskan, klaster pertama merupakan pelaksana atau penerima order (broker), yakni pihak yang menerima peserta UTBK yang ingin menggunakan jasa joki.

Klaster kedua adalah pemberi order yang bertugas mengoordinasikan para joki lapangan. Dalam kelompok ini terdapat dua orang.

Sementara klaster ketiga merupakan joki lapangan yang bertugas mengerjakan soal UTBK. Jumlahnya dua orang.

Adapun klaster keempat ialah pembuat KTP palsu yang digunakan dalam aksi tersebut. Polisi mencatat terdapat lima orang dalam kelompok itu.

Menurut Luthfie, sindikat tersebut diduga telah melayani sekitar 150 peserta UTBK sejak 2017 hingga 2026.

Baca juga: Praktik Joki UTBK 2026 Terungkap, Pengamat Beber Akar Masalah dan Dampaknya

114 Peserta Diduga Gunakan Joki

Polisi juga menemukan data sebanyak 114 peserta UTBK yang diduga menggunakan jasa sindikat tersebut dan berhasil lolos ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Masih kita lakukan pendalaman dan kita temukan data pemberi order yang sudah terdata dan sudah kita kumpulkan identitasnya itu sebanyak 114 orang,” ujar Luthfie.

Page:
Close Ads X