Polisi Sebut Mayoritas Penyewa Joki UTBK Incar Fakultas Kedokteran

Kompas.com - 08/05/2026, 16:45 WIB
Polrestabes Surabaya dalam konferensi pers kasus joki UTBK, Kamis (7/5/2026). KOMPAS.com/AZWA SAFRINAPolrestabes Surabaya dalam konferensi pers kasus joki UTBK, Kamis (7/5/2026).
Penulis Azwa Safrina
|

SURABAYA, KOMPAS.com — Polrestabes Surabaya mengungkap mayoritas klien yang menyewa jasa joki Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( UTBK-SNBT) menargetkan Fakultas Kedokteran.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, fakta tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka sindikat joki UTBK.

“Tapi dari keterangan tersangka bahwa sebagian besar memang adalah Fakultas Kedokteran,” ujar Luthfie dalam konferensi pers, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Terungkap, Peserta SNBT yang Sewa Joki UTBK Incar Jurusan Kedokteran

Menurut dia, tingginya minat terhadap fakultas kedokteran didorong tingkat kesulitan tes yang dinilai lebih tinggi dibanding jurusan lain.

“Ketika ditanya kenapa seperti itu karena memang tesnya relatif lebih sulit atau membutuhkan kecerdasan yang lebih dari yang lain,” jelasnya.

Layani 150 Klien

Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan polisi, terdapat sekitar 150 klien yang menyewa jasa joki UTBK.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 peserta disebut berhasil lolos seleksi.

Para penyewa jasa joki tidak hanya menargetkan perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa, tetapi juga kampus swasta hingga perguruan tinggi di luar Jawa.

“Tidak hanya kampus-kampus yang ada di Jawa saja, tetapi juga sampai luar Jawa, salah satunya seperti di Kalimantan,” ucapnya.

Baca juga: Terungkap, Tersangka Joki UTBK Berprofesi Dokter Sampai PPPK

Polisi Sita Uang Rp 290 Juta

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita uang tunai Rp 290 juta sebagai barang bukti.

Page:
Close Ads X