7 Fakta Sindikat Joki UTBK Surabaya, Tarif Rp 700 Juta hingga Melibatkan Dokter

Kompas.com - 08/05/2026, 21:15 WIB
14 Tersangka kasus joki UTBK yang ditahan Polrestabes Surabaya selama konferensi pers, Kamis (7/5/2026). KOMPAS.com/AZWA SAFRINA14 Tersangka kasus joki UTBK yang ditahan Polrestabes Surabaya selama konferensi pers, Kamis (7/5/2026).
Editor Rachmawati

SURABAYA, KOMPAS.com – Polrestabes Surabaya berhasil membongkar sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Praktik culas yang telah beroperasi selama sembilan tahun ini melibatkan jaringan lintas profesi yang sangat terorganisir.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengungkapkan bahwa sindikat ini memiliki struktur yang rapi dan mematok tarif hingga ratusan juta rupiah bagi peserta yang ingin lolos ke perguruan tinggi favorit, terutama Fakultas Kedokteran.

Baca juga: Skandal Joki UTBK Surabaya, Modus Gagal Bahasa Madura hingga Tarif Fantastis Rp 700 Juta

Berikut adalah 7 fakta terkait pembongkaran sindikat joki UTBK-SNBT di Surabaya:

1. Terbongkar Gara-gara Tak Bisa Bahasa Madura

Aksi ini terungkap pada hari pertama pelaksanaan UTBK di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 21 April 2026. Kecurigaan bermula saat pengawas melihat ketidaksesuaian foto pada ijazah dengan wajah peserta berinisial HRS yang mengaku sebagai HER asal Sumenep.

Kecurigaan semakin menguat saat pengawas yang berasal dari Madura mencoba mengajak bicara pelaku menggunakan bahasa Madura.

"Kebetulan saat itu salah satu pengawas juga orang Madura, tapi setelah tersangka ditanya pakai bahasa Madura, dia tidak bisa menjawab," ujar Luthfie dalam konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2026).

2. Beroperasi Selama 9 Tahun Sejak 2017

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sindikat ini bukanlah pemain baru. Mereka telah melancarkan aksinya sejak tahun 2017 hingga 2026. Selama sembilan tahun beroperasi, tercatat ada sekitar 150 klien yang menggunakan jasa mereka.

"Artinya sudah 9 tahun tersangka utama ini melakukan atau melancarkan aksinya," terang Luthfie.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Joki UTBK: Beroperasi 9 Tahun

3. Tarif Fantastis hingga Rp 700 Juta

Biaya yang dipatok sindikat ini sangat mencengangkan, mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 700 juta per orderan. Tarif ini bersifat progresif; semakin favorit kampus atau program studi yang dituju, maka semakin mahal harganya.

Dana besar tersebut dibagi-bagi ke berbagai lini, mulai dari broker hingga joki lapangan.

Page:
Close Ads X