Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi.SURABAYA, KOMPAS.com - Universitas Negeri Surabaya ( Unesa) mengungkapkan sindikat jaringan joki Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) setelah adanya kasus yang terungkap pada Selasa, 21 April 2026.
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi, menerangkan bahwa kasus tersebut terungkap setelah adanya kecurigaan terhadap salah satu peserta UTBK yang bertempat di Gedung Rektorat ruangan V pada sesi pertama sekitar pukul 06.45-10.30 WIB.
Martadi mengungkapkan bahwa kecurigaan tersebut telah muncul sejak awal saat peserta melakukan pendaftaran ulang UTBK dengan menggunakan AI face recognition.
“Memang kemudian kita menemukan ada potensi sebuah foto dengan tingkat kemiripan hampir 95 persen,” kata Martadi kepada awak media di Gedung Rektorat, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Dugaan Kecurangan UTBK Undip Terbongkar, Tim Medis Keluarkan Logam dari Telinga Peserta
Pihak kampus menduga bahwa peserta menggunakan foto Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di dua tahun yang berbeda.
Diduga tahun lalu pelaku telah menggunakan foto tersebut untuk tes penerimaan universitas di luar negeri pada 2025, tetapi pihaknya tidak hadir.
“Kenapa tidak datang? Kita sempat dalamin, ternyata karena sudah dapat instruksi, ada (pelaku lain) yang sudah tertangkap di Bandung, sehingga dia tidak jadi datang,” ujarnya.
Namun, Martadi mengungkapkan bahwa pelaku joki masih sempat diperbolehkan untuk mengikuti UTBK terlebih dahulu.
“Nah, mungkin karena hari pertama, sehingga mereka berani datang. Karena tidak ada informasi akan ada kecurangan sehingga begitu sudah masuk, mereka tetap kita biarkan untuk mengikuti proses karena itu adalah hak mereka,” katanya.
Baca juga: Unesa Ungkap Identitas Pelaku Joki UTBK, Diduga Jaringan Sindikat Nasional
Kemudian, setelah ujian selesai pelaku joki langsung digiring oleh tim supervisi nasional untuk dilakukan pendalaman.