Unesa Ungkap Jaringan Joki UTBK, Bawa KTP dan Ijazah Palsu

Kompas.com - 22/04/2026, 17:33 WIB
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi. KOMPAS.com/AZWA SAFRINAWakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Unesa, Martadi.

“Dari temuan itu memang akhirnya diketahui ada pengakuan bahwa mereka joki. Ya, dia mengaku memang dia joki,” ujarnya.

Martadi menuturkan, pelaku joki dan penjoki pernah bertemu dua kali di sebuah kafe dan disiapkan sejumlah dokumen.

“Kemudian, ketika kita telusuri lebih jauh, siapa yang memerintah? Ada dua layer di atasnya dan layer itu selalu missing link. Sudah enggak bisa disebut lagi,” ucapnya.

Dia menyebut bahwa antar peserta atau pelaku joki tidak pernah saling kenal. Mereka biasanya hanya akan dipertemukan dengan penjoki.

“Jadi mereka direkrut di sebuah kafe. Konon dua kali dia bertemu untuk mendapat order itu,” katanya.

Baca juga: Cegah Joki UTBK 2026, UB Pakai Alat Pendeteksi Earphone

Atas dasar itu, dia menilai bahwa praktik joki UTBK tersebut tersistematis secara profesional dan memiliki jaringan sindikat yang lebih luas.

“Nah, satu layer di atasnya lagi itu bukan dari Jawa Timur, sudah jaringan nasional. Dan itu tampaknya menjadi menarik untuk dilakukan pendalaman lebih jauh, karena ini tampaknya bukan hanya kasuistik di Unesa, tetapi juga di perguruan tinggi yang lain,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, seluruh dokumen mulai dari KTP dan ijazah sudah dipersiapkan oleh penjoki.

“Jadi sudah disiapkan KTP atas nama yang di joki, ijazah atas nama yang di joki dan di stempel basah. Jadi bukan, bukan fotokopi, ijazah beneran,” ungkapnya.

Unesa juga menelusuri data sekolah pelaku joki dan didapatkan bahwa data ijazah palsu dan asli sama persis hanya berbeda di bagian foto.

Page:
Close Ads X