Gedung rektorat Universitas Negeri Malang pada April 2026. “Celahnya ada di situ. Kami di lokasi hanya mencocokkan data, tidak sampai memverifikasi keaslian dokumen,” ujarnya.
Baca juga: Pakai Joki UTBK 2026? Siap-siap Didiskualifikasi dan Diblacklist Seumur Hidup dari PTN
Hal inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk masuk sebagai peserta ujian dengan identitas palsu.
Meski telah mengantongi identitas yang mengarah pada pihak tertentu, UM belum dapat mengungkapkan secara resmi karena proses masih berada dalam kewenangan panitia pusat.
“Kami sudah mengerucut pada satu nama tertentu dan juga sudah mendapatkan klarifikasi dari berbagai pihak yang mengenal sosok ini. Namun, kami belum bisa menyampaikan ke media karena masih tahap investigasi,” tegas Evi.
Menurut pihak kampus, praktik joki bukanlah hal baru dalam pelaksanaan UTBK. Kasus serupa juga pernah ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan, dalam beberapa kasus, satu orang joki bisa terdaftar di lebih dari satu lokasi ujian dengan jadwal berbeda.
Karena itu, panitia pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) terus melakukan perbaikan sistem guna menutup celah kecurangan.
Baca juga: IDI Soroti Bahaya Joki UTBK yang Incar FK: Loloskan Orang Tidak Kompeten
Pihak kampus menilai sistem UTBK saat ini sebenarnya sudah cukup baik untuk menekan potensi kecurangan. Namun, tetap dibutuhkan penyempurnaan serta dukungan dari berbagai pihak.
“Upaya perbaikan terus dilakukan. Sistem yang ada sekarang sebenarnya sudah cukup baik untuk menekan potensi kecurangan, termasuk perjokian. Tapi tentu tetap butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan media,” pungkas Evi.