Kata Para Orangtua soal Pilihan Anak di UTBK 2026, Mendukung Penuh dan Rela Tekan Ego Pribadi

Kompas.com - 24/04/2026, 09:03 WIB
Uti (45) sedang menunggu anaknya, Nadif, mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) di Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). Kompas.com / Nabilla RamadhianUti (45) sedang menunggu anaknya, Nadif, mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) di Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).

“Kalau saya sih penginnya dia di hukum atau sekolah swasta, tapi dianya tidak mau,” ungkap Nahar.

Di sisi lain, Irma juga harus merelakan impiannya untuk melihat Bilqis masuk ke jurusan informatika yang saat ini sedang naik daun di bursa kerja.

Sang anak rupanya memiliki pendirian yang sangat kuat dan secara konsisten menunjukkan minat mendalam pada ilmu psikologi sejak duduk di bangku awal sekolah menengah atas.

Keputusan untuk mengikuti kemauan Bilqis tersebut didasari oleh kesadaran orangtua bahwa anaknyalah yang kelak akan menjalani beratnya rutinitas perkuliahan.

“Dianya tidak mau, katanya tidak kuat. Ya sudahlah terserah bebas saja,” tambah Irma.

Mendukung minat sesuai bakat anak

Pendekatan penuh pengertian yang serupa juga diterapkan oleh Devi (40) saat mendampingi putrinya, Aisyah, menjalani tes di UPNVJ.

Ia secara penuh membebaskan anaknya untuk mengejar bidang bahasa asing dengan menyasar jurusan Sastra Inggris dan Bahasa Korea, di UI serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Baca juga: Gagal UTBK, Ini yang Harus Dilakukan Ortu untuk Membangun Kembali Kepercayaan Diri Anak

"Apa yang dia suka ya sudah kita dukung saja. Saya tidak pernah mengharuskan anak itu harus ke sini atau harus suka ini," kata Devi di UPNVJ.

Sebagai seorang ibu, Devi sangat memahami bahwa setiap individu pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam ranah akademis.

Ia tidak pernah mempermasalahkan nilai Aisyah yang kurang maksimal pada mata pelajaran matematika lantaran sang putri terbukti memiliki daya tangkap yang sangat cepat saat mempelajari bahasa baru.

Page:
Close Ads X