Krisis Integritas UTBK

Kompas.com - 25/04/2026, 08:50 WIB
Sejumlah peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026). Sebanyak 23.933 peserta tercatat mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNDIP yang digelar pada 21-29 April 2026. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarSejumlah peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026). Sebanyak 23.933 peserta tercatat mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNDIP yang digelar pada 21-29 April 2026.

Dengan demikian, ruang kompetisi menjadi lebih proporsional, dan makna keberhasilan tidak lagi terpusat pada simbol institusi tertentu.

Pada level kultural, revitalisasi pendidikan karakter menjadi agenda yang tidak dapat ditunda. Pendidikan karakter perlu diarahkan pada pembentukan kesadaran moral yang reflektif, bukan sekadar penghafalan nilai.

Pendekatan hidden curriculum yang menekankan keteladanan, konsistensi perilaku, dan lingkungan yang mendukung dapat memperkuat internalisasi nilai kejujuran.

Di sinilah pendidikan bekerja secara sunyi, membentuk watak melalui kebiasaan yang berulang.

Reorientasi makna pendidikan juga perlu dilakukan secara lebih luas. Pendidikan perlu dipahami sebagai proses pembentukan manusia yang utuh, bukan sekadar sarana untuk memperoleh gelar atau status sosial.

Narasi publik yang menempatkan integritas sebagai bagian dari keberhasilan menjadi penting untuk mengubah orientasi kolektif masyarakat.

Pada level teknologis, pemanfaatan kecerdasan buatan dapat diarahkan untuk memperkuat pengawasan.

Sistem proctoring berbasis AI, analisis perilaku peserta selama ujian, serta pemantauan komunikasi digital dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mendeteksi kecurangan.

Pengembangan teknologi ini memerlukan kerangka regulasi yang menjaga keseimbangan antara efektivitas pengawasan dan perlindungan hak peserta.

Aspek penegakan hukum perlu hadir sebagai penopang integritas sistem. Konsistensi dalam penindakan terhadap pelaku kecurangan, terutama yang terorganisasi, menjadi pesan penting bahwa pelanggaran tidak memperoleh ruang toleransi.

Close Ads X