Lolos PTN tapi Terancam Gagal Kuliah, BEM Unpad Soroti Data KIP Kuliah

Kompas.com - 20/07/2026, 17:36 WIB
Tangkapan layar laman resmi Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Tangkapan layar oleh KOMPAS.com/Serafica GischaTangkapan layar laman resmi Pendaftaran KIP Kuliah 2026

Ezra mengatakan, sebagian besar calon mahasiswa yang didampingi berasal dari luar Pulau Jawa.

Banyak di antara mereka menjadi calon sarjana pertama dalam keluarganya.

Keberhasilan lolos ke PTN pun menjadi harapan keluarga untuk memperbaiki kondisi ekonomi pada masa mendatang.

Namun, kebutuhan biaya kuliah dan hidup di luar daerah membuat sebagian calon mahasiswa akhirnya memilih mengundurkan diri.

“Kami menemukan banyak calon mahasiswa yang secara ekonomi memang membutuhkan bantuan. Tetapi karena tidak memperoleh bantuan pendidikan dan tidak sanggup membiayai kebutuhan hidup selama kuliah di luar daerah, mereka akhirnya memilih mengundurkan diri,” katanya.

Perubahan desil membutuhkan waktu lama

BEM Kema Unpad mempertanyakan penggunaan data desil sebagai satu-satunya acuan utama untuk menentukan penerima bantuan pendidikan.

Ezra menilai data tersebut perlu diperbarui secara lebih cepat agar mampu menggambarkan perubahan kondisi ekonomi keluarga.

“Kalau tetap digunakan, data tersebut harus dimutakhirkan secara lebih cepat, lebih akurat, dan lebih responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi masyarakat. Saat ini masih banyak keluarga yang desilnya tidak mencerminkan keadaan sebenarnya,” ujarnya.

Menurut Ezra, proses pengajuan perubahan desil membutuhkan waktu sekitar tiga sampai enam bulan.

Meski telah diajukan, perubahan status desil juga tidak selalu dikabulkan.

Page:
Close Ads X